SENANDIKA.ID – Politik luar negeri atau yang sering disebut dengan kebijakan luar negeri adalah langkah dan sikap pemerintah dalam membangun hubungan dengan pamerintah lain.
Politik luar negeri erat kaitannya dengan diplomasi. Sebab diplomasi menjadi salah satu bagian yang penting dalam kehidupan negara dan menjadi sarana utama untuk menangani masalah internasional.
Diplomasi yang merupakan proses politik terutama dimaksudkan untuk memelihara kebijakan luar negeri dan memengaruhi keputusan negara lain.
Diplomasi juga bisa diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara. Kata diplomasi biasanya berkaitan dengan urusan budaya, ekonomi, dan perdagangan internasional.
Berbeda dengan kebijakan publik yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak, tidak hanya bisa dilaksanakan oleh pemerintah, selayaknya politik luar negeri seperti yang dimaksud di atas.
Instrumen mewujudkan politik luar negeri ada dua cara, pertama dengan cara damai, dan kedua dengan cara represif atau dengan cara perang.
Dengan adanya instrumen atau metode tersebut, kita tahu kalau negara kita tercinta (Indonesia) sangat menganut metode damai, dan berusaha sebisa mungkin menghindari perang. Sedangkan dalam posisi blok timur dan blok barat, Indonesia kokoh berdiri dalam posisi bebas aktif.
Hatta mendefinisikan kata “bebas” pada sikap netral Indonesia yang tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur atau blok manapun yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yakni Pancasila.
Sedangkan kata “aktif” merujuk pada usaha Indonesia dalam menjaga perdamaian antara blok Barat dan Timur dengan bersikap aktif dalam menjalankan kebijakan luar negeri.
Prinsip bebas aktif direalisasikan secara berbeda dalam tiap periode pemerintahan. Dalam Orde Lama misalnya, sebagai negara yang tidak mendukung blok Timur ataupun Barat, Indonesia berperan sebagai tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada 1955 yang selanjutnya melahirkan Gerakan Non-Blok, organisasi internasional yang netral dari blok manapun di dunia.
Sikap netral Indonesia saat itu diremehkan oleh bangsa lain sebagai sikap politik yang netral dan tak memiliki pedoman. Padahal, politik luar negeri Indonesia bermakna independent policy yang tak memihak siapa pun.
Penulis: Mohamad Ryfan Abdjul
(Review Dari Materi Widya Setiabudi Sumadinata)




