Opini

Islam dan Fenomena Degradasi Moral, Intelektual, dan Spiritual Pemuda Muslim Indonesia

SENANDIKA.ID – Berbicara moral, sangat kompleks untuk kita diskusikan karena akan menimbulkan banyak standardisasi bagi tiap penerjemah. Dia bersifat sangat relatif. Berlum lagi timpali dengan banyak dalil pembenaran.

Ini menjadi salah satu akar dari diskusi bersama Kanda Asep Lukman pada kegiatan Advance Training HMI Badko Jawa Barat. Diskusi tersebut banyak mengangkat isu soal keislaman, yang cukup untuk memanggil kembali kesadaran akan moral dan intelektual yang mulai terdegradasi.

Pertama tentang bagaimana kita memahami tentang masalah penciptaan, dan menafsirkan bahwa tugas kita sebagai manusia untuk menebar kebermanfaatan.

Degradasi berarti kemunduran, kemerosotan atau penurunan dari suatu hal, sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBi).

Jika kita interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang.

Tentunya ada aspek yang melatar belakangi maraknya degradasi moral pada generasi muda saat ini. Ada dua poin penting yang dirasa cukup berperan dalam hal tersebut, yaitu; keluarga/orang tua dan lingkungan (baik di dalam maupun di luar sekolah).

Keluarga dinilai sebagai faktor yang paling dominan dalam meletakkan dasar bagi perkembangan moral/akhlaq, karena sebagai madrasah pertama bagi remaja. Namun pada kenyataannya banyak para orang tua yang kurang paham tentang perannya tersebut.

Selain degradasi moral, kini kita tengah diperhadapkan dengan degradasi intelektual. Mudah kita menemui penjahat-penjahat intelektual yang tidak bertanggungjawab dengan berbagai model kejahatan intelektual yang diperbuat.

Satu di antaranya, plagiarisme yang semakin marak. Juga hadirnya para pemikir yang tidak memiliki originalitas atas produk pemikirannya, dengan kata lain, hadir sebagai pemulung intelektual.

Terakhir, yang disentil dalam materi ini adalah degradasi spritual. Khususnya bagi pemuda islam.

Belakangan kita sering melihat ataupun mendengar kejadian-kejadian, baik itu dari media televisi,media online,bahkan tidak menutup kemungkinan itu terjadi di depan mata kita.

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat saat ini membuat kita harus bersikap waspada serta melakukan proteksi sedini mungkin di mulai dari diri sendiri,keluarga serta lingkungan di tempat kita berada,untuk menciptakan rasa aman tentram serta saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya.

Adanya pergeseran nilai tentang sebuah kebaikan atau kebenaran serta lingkungan sosial yang acuh memperburuk situasi yang ada.perspektif tentang “kebaikan”adalah sesuatu yang relatif,dan keburukan adalah sesuatu yang “absolute“membuat paradigma tersendiri pada tatanan pranata sosial yang ada saat ini.

Fenomena-fenomena yang terurai di atas, mesti memantik semangat kita untuk kembali mengedepankan moral, dan memperbaiki intektual, serta memperkuat kembali urusan spritual mulai dari lingkungan keluarga.

Penulis: Mohamad Ryfan abdjul
(Review materi dari Kanda Asep Lukman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto
?>