Pengaruh Ideologi dan Politik terhadap Arah Kebijakan Sosial di Indonesia

SENANDIKA.ID – Pembasahan tentang ideologi tak pernah sepi dibahas sejak dahulu, terutama bagi tiap anak bangsa yang terbiasa duduk di ruang-ruang diskursus. Termasuk di dalamnya para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Tentu saja ini semua berangkat dari sebuah definisi Ideologi yang merupakan seperangkat nilai yang menjadi cara pandang suatu individu maupun kolektif, dan mempengaruhi bagaimana cara kereka berpikir dan bertindak.
Dalam kesadaran historical, kita mengenal klasifikasi ideologi yang familiar, beberapa di antaranya:
1. Liberal-kapitalis: Berciri pada kebebasan individu dan kekuatan pasar.
2. Sosial-komunis: Berciri pada pengendalian seluruh aspek sosial dan ekonomi, untuk kepentingan warga negara.
3. Pancasila: Berciri pada nilai budaya dan religius bangsa yang bersifat terbuka.
Kita tahu, target setiap ideologi adalah dapat mewujudkan cita-cita “walfre state” atau yang akrab kita kenal dengan negara kesejahteraan.
Adapun negara kesejahteraan yang diharapkan, adalah negara yang mampu menghadirkan 3 aspek utama di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Tiga aspek yang dimaksud adalah kesetaraan kesempatan, distribusi kekayaan yang merata, serta tanggung jawab publik.
Jika kita kenali dari jarak yang relatif dekat, sebagai wujud dalam penerapan ideologi bagi kebijakan sosial yang diterapkan di Indonesia, kita dapat melihat:
1. Perlindungan sosial
2. Rehabilitasi sosial
3. Pemberdayaan sosial
4. Penangan fakir miskin.
Penulis: Mohamad Ryfan Abdjul
(Review materi dari Dr. Taufiqurrokhman)




