Hukrim

Beredar Video Pemberian Uang kepada Oknum Timsel KPU Wilayah 2 Sulut

SENANDIKA.ID – Setelah beredarnya video dugaan transaksional oknum Tim Seleksi (Timsel) KPU Wilayah 2 Sulawesi Utara (Sulut), kembali beredar video pemberian sejumlah uang kepada oknum tersebut, yang masih dilakukan oleh seorang peserta yang sama.

Video berdurasi 3 menit 34 detik itu, menunjukkan wanita tersebut memberikan sejumlah uang terisi di dalam amplop, kepada oknum Timsel yang diduga kuat berinisial JW.

Dalam video tersebut, wanita yang notabene sebagai peserta tahapan Komisioner KPU Wilayah 2 Sulut, memberikan uang yang ditaksir kurang lebih Rp10 juta, kepada JW.

Transaksi di dalam video itu terindikasi sebagai imbalan yang diberikan, untuk dapat mengamankan namanya agar lolos di 20 besar, pada tahapan seleksi komisioner KPU Wilayah 2 Sulut.

Seperti yang diberitakan awak Senandika.id sebelumnya, pada video berdurasi 9 menit 7 detik yang tersebar luas di media sosial, Ketua Timsel KPU kabupaten/kota terlihat berinteraksi dengan salah satu peserta tes di luar kegiatan resmi.

Pada video tersebut, terindikasi praktik transaksional, di mana jelas melanggar kode etik, dan mengindikasikan adanya pelanggaran dalam proses seleksi, yang seharusnya adil dan transparan.

Skandal ini segera menarik perhatian berbagai elemen lapisan, termasuk Ketua Caretaker DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Utara, Amas Mahmud, yang secara tegas mengecam perilaku Tim Seleksi.

Amas mendesak Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) untuk segera menangani masalah ini, menganggap bahwa tindakan Tim Seleksi jelas melanggar etika dan keluar dari kewenangannya.

“Menyedihkan Timsel yang nanti melahirkan KPUD kok bersikap melanggar etika dan integritas seperti itu. Secara etik, Timsel tak boleh bertemu dengan calon KPU yang tengah mengikuti seleksi. Belum lagi konten pembicaraan dalam video tersebut adalah transaksional. Itu namanya abuse of power,” ujar Amas.

Sampai dengan berita ini terbit, awak Senandika.id, masih berusaha untuk menghubungi oknum ketua Timsel tersebut, agar dapat memberikan klarifikasinya, terhadap video yang beredar itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
?>