Opini
Trending

Peran KPMIBU Pasca 16 Tahun Pemekaran Bolmut

SENANDIKA.ID – Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Utara (KPMIBU) merupakan organisasi mahasiswa-kedaerahan yang resmi berdiri pada 27 Agustus Tahun 2005 (sebelum Bolaang Mongondow Utara resmi menjadi daerah otonom). Dalam proses kelahirannya, tentu kita tidak boleh melupakan Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Binadow (FKPMB) – berdiri pada tanggal 18 September 1998 – yang bisa disebut sebagai embrio dari KPMIBU itu sendiri.

Pada awalnya, baik KPMIBU maupun FKPMB mempunyai misi yang sama, yaitu mengawal pemekaran daerah Bolaang Mongondow Utara, atau bisa dikatakan bahwa misi KPMIBU itu sendiri merupakan kelanjutan dari misi FKPMB itu sendiri.

Kehadiran KPMIBU di tengah-tengah masyarakat Bolmut merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dielakkan. Peran KPMIBU sangat besar dalam memberikan kontribusi sosial dalam menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan harmonisasi masyarakat baik secara internal maupun eksternal. Selain itu KPMIBU mampu membangun harmonisasi antar masyarakat Bolaang Mongondow Utara.

Harmonisasi di bumi Bolaang Mongondow Utara

Harmonisasi berasal dari akar kata harmoni yang mendapat imbuhan “sasi” yang berarti proses. Menurut Ahmad (2011, 36) harmoni secara lexicon berarti agreement of feeling, interests, opinions etc. Adapun secara istilah, harmoni berarti rukun, yaitu mengantisipasi perbedaan-perbedaan, bekerja sama, saling menerima, hati tenang dan hidup harmonis. Sedangkan berlaku rukun – sebagaimana dikutip oleh Franz Magnes Suseno dari Mudler Geertz- berarti menghilangkan tanda-tanda ketegangan dalam masyarakat atau antara pribadi-pribadi, sehingga hubungan sosial tetap selaras, dan baik-baik (Ahmad, 2011: 36).

Harmoni (kerukunan) umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerja sama dalam kehidupan antar umat beragama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Republik Indonesia 1945.

Berdasarkan definisi di atas, maka KPMIBU harus mampu membangun harmonisasi Bolaang Mongondow Utara pasca pemekaran yang ke-16 tahun ini dapat diartikan sebagai upaya-upaya atau langkah dalam proses membangun keharmonisan atau kerukunan, dalam hal ini antar etnis, agama dan budaya. Proses pembangunan keharmonisan ini dilakukan dengan upaya yang sistematis dan terencana maupun secara alamiah. Subhi Azhar (2011, 542-543) menjelaskan harmonisasi atau proses dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dapat ditempuh dengan beberapa langkah pokok yang meliputi aspek sebagai berikut:

Pertama, interdependensi. Aspek ini berkaitan dengan relasi antar manusia, antar komponen atau komunitas yang hidup dalam suatu masyarakat. Harus ada rasa saling membutuhkan, kerjasama dan keinginan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Kedua, keragaman (diversity). Aspek ini berkaitan dengan kemauan dan kesediaan untuk menghadapi dan mengerti realitas keragaman dan perbedaan, yang ada dalam kehidupan. Perbedaan dan keragaman harus betul-betul dapat diterima dan diakui. Ini bukan berarti mengakui dan merayakan adanya perbedaan, tetapi bekerja sama dengan keragaman tersebut menyelesaikan berbagai persoalan.

Ketiga, kesetaraan (equality). Hal ini bukan berarti kesetaraan kedudukan, akan tetapi menyangkut budaya hukum dan ketertiban, kesetaraan hak dan kewajiban serta kesetaraan masyarakat sipil dan kepemimpinan sipil. Kesetaraan di sini juga berarti keadilan, di mana tidak hanya diukur secara hitam atau putih, melainkan juga mengharuskan adanya pemahaman megenai keragaman struktur masyarakat. Kesetaraan ini juga berarti terkadang memerlukan kompromi-kompromi selama masih berada dalam koridor hak dan kewajiban.

Keempat, keberlanjutan. Ini berarti adanya kemampuan sistem, struktur masyarakat baik secara organisasi maupun individu untuk menyesuaikan diri dan berbaur dengan konteks yang sudah ada secara konsisten dan kontinyu.

Empat hal di atas merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain. Upaya membangun kehidupan harmonis, setidaknya harus memenuhi langkah dan konsep di atas. Ada satu konsep dan upaya lagi yang sangat vital dalam membangun keharmonisan. Dialog di sini bukan berarti berdebat, akan tetapi diartikan sebagai sharing untuk saling memberi penjelasan dan pengertian. Dialog dilakukan bukan untuk menegaskan bahwa ada entitas “kami” dan “mereka”, sehingga menghasilkan rasa kesetaraan, kebersamaan dan persaudaraan (Subhi Azhar, 2011: 539).

Menurut Mohamad Suhaidi (2014, 1314) keterbukaan untuk menerima pihak lain sebagai patner dialog, merupakan kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang damai. Demikian pula halnya, sikap menutup diri terhadap pihak lain yang berbeda paham, hanya akan menciptakan ruang sempit yang bisa menghasilkan kondisi di mana antara yang satu dengan yang lainnya dihantui oleh rasa saling curiga. Di sinilah truth claim akan menjadi embrio lahirnya konflik kedua belah pihak dan pada gilirannya menimbulkan suasana yang tidak kondusif dalam membangun kerukunan antarpaham. Dalam konteks ini, dialog merupakan salah satu sarana yang tepat untuk bertemu dan menyampaikan gagasan yang berbeda, guna mencari titik persamaan yang bisa dipertemukan. Apalagi setiap perbedaan, tidak secara mutlak berbeda, melainkan ada sisi persamaan yang bisa dijadikan sebagai pijakan untuk disatukan.

Berkaitan dengan poin-poin di atas, KPMIBU harus berpengaruh dan berperan aktif dalam membangun harmonisasi masyarakat Bolaang Mongondow Utara pasca 16 tahun pemekaran. Kebebasan dan kenyamanan tidak lepas dari interaksi sosial antar masyarakat yang plural, di mana para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda membaur dengan masyarakat sekitar dalam kehidupan sosial sehari-hari, sehingga akan terjalin rasa kesatuan sosial antarmereka yang memiliki perbedaan.

KPMIBU dan Perannya dalam Membangun Harmonisasi

Membina kehidupan sosial yang harmonis menjadi kewajiban setiap elemen (bagian) masyarakat. Apalagi dalam kehidupan masyarakat yang multi budaya. Secara umum, diyakini bahwa harmoni dalam “budaya yang harmonis dan terpadu” mengacu pada persahabatan, perdamaian, kebaikan, keramahan, netralitas, dan sebagainya. Integrasi dalam “kehidupan sosial yang harmonis dan budaya terpadu “berarti konvergensi, kombinasi, asosiasi, pencampuran, atau penggabungan, kerja sama, rasionalitas, dan sebagainya. Kedua kata menanggung arti hubungan dan asosiasi.

Secara umum, diyakini bahwa harmoni dalam “budaya yang harmonis dan terintegrasi” mengacu pada amitas, kedamaian, kebaikan, keramahan, netralitas, dan sebagainya, dan bahwa integrasi dalam “budaya yang harmonis dan terintegrasi” berarti konvergensi, kombinasi, asosiasi, pencampuran, atau penggabungan, kerja sama, rasionalitas, dan sebagainya. Kedua kata itu mengandung arti hubungan dan asosiasi.

Munculnya berbagai permasalahan dan konflik horizontal di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dari awal pemekaran sampai sekarang 16 tahun berdirinya daerah ini sudah banyak memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi semua penduduk daerah tersebut. Pelajaran-pelajaran tersebut antara lain adalah:

1. Bentrokan fisik tidak akan menjadikan solusi bagi pihak manapun dan sama sekali tidak menguntungkan pihak manapun juga.

2. Perdamaian adalah solusi yang abadi dan merupakan harga mati, karena apa pun sukunya, di mana pun tinggalnya, perdamaian adalah kebutuhan pokok manusia.

3. Bagi masyarakat Binadow (sebutan sebelum pemekaran) mendapat pelajaran bahwa egoisme primordial bisa mengakibatkan dampak yang sangat fatal. Masyarakat yang hidup dalam lingkungan yang plural harus dapat memberikan ruang interaksi yang cukup bagi masyarakat lain.

4. Bagi masyarakat pendatang, hal yang perlu diperhatikan adalah pentingnya melengkapi adminstrasi surat-menyurat terkait tanda kepemilikan tanah, karena berdasarkan pengalaman konflik-konflik yang terjadi di berbagai wilayah, sumber utamanya adalah masalah sengketa lahan.

Menurut salah satu tokoh penggagas KPMIBU sekaligus Dewan Pembina PB KPMIBU melalui dialog interaktif ‘Penguatan Lembaga Serta Refleksi 16 Tahun Bolaang Mongondow Utara Pasca Pemekaran’ yang diselenggarakan oleh PB KPMIBU Periode 2022-2024 pada Minggu, 28 Mei 2023, Pukul 15.30 Wita.

Melalui via Zoom, Patra Kapiso., SP.d, bahwa berbagai permasalahan yang ada, baik konflik yang kecil maupun yang besar, solusinya adalah komunikasi, rembugan dan musyawarah. Semua permasalahan itu mengerucut ke satu muara penyelesaian, yaitu melalui organisasi, bermusyawarah mencari solusi (Patra Kapiso., SP.d, (28 Mei 2023).

Untuk itu, hadirnya KPMIBU di tengah-tengah masyarakat Bolmut harus lebih super aktif lagi mengawal pemekaran Bolmut pasca 16 tahun pemekaran. Masyarakat sangat mempercayakan komando KPMIBU ini kepada tokoh pemuda di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

KPMIBU harus menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang siap berbuat apa pun asal demi kebaikan. Beberapa PR yang kiranya harus dilakukan KPMIBU pasca 16 tahun pemekran antara lain;

– Menjaga hubungan dengan masyarakat dan juga pelajar-mahasiswa.
– Pembuatan rencana kerja dan program untuk PB dan Cabang KPMIBU.
– Melibatkan diri dalam kegiatan Nasional-Provinsi-hingga Kabupaten yang memiliki manfaat untuk masyarakat Bolaang Mongondow Utara.

Namun demikian, umumnya masyarakat masih beranggapan belum mengenal bahwa KPMIBU sebagai laskar pengawal pemekaran. Namun bagi KPMIBU sendiri apapun bentuk masalah dan konfliknya, bukti kinerja adalah harga mati. Kalau pun kinerja itu harus ditempuh dengan peperangan, maka dilakukan perang terlebih dulu, namun setelah itu harus damai. Jangan perang berkelanjutan, kalau kemarin sudah perang, maka sekarang harus damai.

Meskipun KPMIBU bertujuan untuk menjaga dan mengawal pemekaran, namun bisa bersifat fleksibel. Anggota/kader bisa menjadi pasukan perang mendadak. Meskipun cinta damai, tapi suka ribut juga, ketika memang dipancing. Anggota/kader KPMIBU bisa ribut untuk membela diri, membela karena dibutuhkan, yang jelas tidak menyerang dulu, namun tidak juga akan menyerah bila diserang. KPMIBU bisa dikatakan sebagai penyeimbang bagi kesewenang-wenangan para politik elite. Adapun fokus KPMIBU adalah pengayoman. Ya apapun, apa saja, yang penting bisa senang, pokoknya sosial masyarakat dari segi apa pun, mempersatukan umat, supaya umat berani melawan hal-hal yang tidak pas dan tidak adil.

Berdasarkan hal di atas terlihat bahwa organisasi kedaerahan KPMIBU memiliki peran yang signifikan dalam membangun harmoni antara penduduk masyarakat Bolaang Mongondow Utara, meskipun KPMIBU terkadang tidak dianggap berada di tengah-tengah masyarakat Bolmut itu sendiri.

Terakhir, bahwa organisasi KPMIBU memiliki peran yang signifikan dalam membangun harmoni penduduk masyarakat Bolaang Mongondow Utara pasca 16 tahun pemekaran, meskipun KPMIBU seakan disepelekan oleh para pemangku kekuasaan itu sendiri.

Pengelolaan manejemen organisasi secara baik dan benar, dapat menjadi media penyelesaian dan atau penanggulangan konflik sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pengelolaan organisasi KPMIBU yang beranggotakan dari berbagai pemuda (pelajar/mahasiswa) Bolaang Mongondow Utara, mampu membuat manajemen penanganan konflik secara komprehensif. Di samping melakukan pencegahan cepat agar konflik tidak meluas dengan melibatkan berbagai unsur atau komponen masyarakat. Kemudian dicari solusi terbaik, strategi, dan antisipasi agar konflik serupa tidak terulang lagi. Dengan demikian, KPMIBU dapat berperan signifikan dalam resolusi konflik dan membangun harmoni di tengah kehidupan masyarakat Bolmut yang multi etnik dan agama.

Penulis : Herman Dunggio ( Bidang Pengembangan SDM dan Organisasi PB KPMIBU Periode 2022-2024 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D
?>