NewsRegional

Pasca Banjir Bandang Biau, HIMATRO FT UNG Distribusikan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

SENANDIKA.ID – Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer (HIMATRO) Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyalurkan bantuan logistik kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui program HIMATRO Peduli tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang masih berupaya bangkit pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir Mei 2026.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, makanan, dan air minum yang dihimpun melalui penggalangan donasi. Penyaluran bantuan dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah himpunan mahasiswa jurusan di lingkungan Fakultas Teknik UNG serta didukung oleh para donatur, relawan, dan mitra kemanusiaan.

Ketua Umum HIMATRO FT UNG, Rafli S. Abdullah, mengatakan bahwa masyarakat masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun fase tanggap darurat telah berakhir.

“Ketika banjir surut, perhatian perlahan ikut surut. Padahal pada saat itulah masyarakat mulai berhadapan dengan kenyataan yang sesungguhnya: rumah yang rusak, sumber penghidupan yang terganggu, dan kebutuhan sehari-hari yang tetap harus dipenuhi. Kami datang bukan untuk menjadi penyelamat, melainkan untuk mengambil bagian kecil dalam kerja-kerja solidaritas,” ujarnya.

Setelah proses pengumpulan dan pengemasan selesai, tim gabungan mendistribusikan bantuan secara langsung ke sejumlah titik terdampak di Kecamatan Biau. Sebagian bantuan diserahkan langsung kepada warga, sementara sebagian lainnya dititipkan kepada relawan Rumah Zakat yang masih aktif melakukan pendampingan di lokasi bencana.

Penitipan bantuan kepada relawan dilakukan karena dapur umum pemerintah yang sebelumnya beroperasi selama masa tanggap darurat telah menghentikan layanan sejak 30 Mei 2026. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang masih membutuhkan.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, sejumlah wilayah masih dipenuhi material sisa banjir berupa lumpur, batang pohon, dan puing-puing. Selain itu, beberapa rumah warga masih mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana masih terus berlangsung.

Menurut Rafli, bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak.

“Bencana mengingatkan kita bahwa manusia hidup dalam ketergantungan satu sama lain. Karena itu, pemulihan tidak bisa dibebankan hanya kepada korban ataupun negara. Ia membutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi sosial, dan seluruh elemen yang masih memiliki kepekaan terhadap keadaan sekitarnya,” katanya.

Ia juga menilai kolaborasi lintas himpunan mahasiswa dalam kegiatan HIMATRO Peduli menjadi bukti bahwa organisasi kemahasiswaan mampu bersatu untuk menjawab persoalan kemanusiaan.

“Di hadapan penderitaan masyarakat, nama organisasi menjadi hal yang paling kecil. Yang lebih penting adalah bagaimana energi kolektif dapat dihimpun untuk menjawab kebutuhan yang nyata. Sebab solidaritas bukanlah perasaan kasihan kepada mereka yang tertimpa musibah, melainkan kesadaran bahwa nasib manusia selalu saling terhubung satu sama lain,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
?>