Sebulan Tanpa Hasil, Kapolsek Wonosari Didesak Diganti

SENANDIKA.ID – Lebih dari satu bulan sejak dilaporkan hilang, misteri keberadaan Santi Ibrahim alias Eca (21), warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, hingga kini belum juga terungkap. Lambannya perkembangan penanganan kasus tersebut kini memicu kritik dari kalangan masyarakat.
Aktivis muda Wonosari, Rivandi Abdullah, menilai minimnya perkembangan penyelidikan telah menggerus kepercayaan publik terhadap kinerja Polsek Wonosari. Ia bahkan mendesak Kapolri melalui Kapolda Gorontalo untuk mengevaluasi Kapolsek Wonosari, termasuk mempertimbangkan pergantian jabatan apabila dinilai tidak mampu menangani kasus yang menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Rivandi, hingga Jumat (24/7/2026), masyarakat belum memperoleh informasi mengenai hasil konkret penyelidikan. Yang lebih banyak disampaikan kepada publik, kata dia, adalah penjelasan bahwa kepolisian telah bekerja, namun tanpa perkembangan signifikan terkait pencarian korban.
“Kasus hilangnya Eca bukan sekadar perkara biasa, tetapi menyangkut keselamatan seseorang. Karena itu, penanganannya seharusnya menjadi prioritas utama,” ujar Rivandi.
Ia juga menyoroti pelaksanaan Turnamen Boxing Muay Thai yang digelar pada 9–15 Juli 2026 dan melibatkan Kapolsek Wonosari. Menurutnya, di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus hilangnya Eca, kegiatan tersebut menimbulkan persepsi bahwa fokus pimpinan kepolisian tidak sepenuhnya tertuju pada penyelidikan.
“Selama lebih dari sebulan masyarakat hanya mendengar bahwa polisi bekerja. Yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, tetapi hasil kerja yang dapat dilihat masyarakat,” katanya.
Rivandi menegaskan kritik yang disampaikan bukan bertujuan menyerang institusi Polri. Sebaliknya, ia berharap evaluasi dilakukan sebagai langkah perbaikan agar pelayanan kepolisian semakin profesional, cepat, dan responsif terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Kami meminta Kapolda Gorontalo segera mengevaluasi kinerja Kapolsek Wonosari. Jika memang dinilai tidak mampu menangani kasus ini secara maksimal, pergantian jabatan perlu dipertimbangkan demi memulihkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kapolsek Wonosari maupun Polda Gorontalo terkait desakan tersebut. Senandika.id masih berupaya meminta konfirmasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.




