Ekonomi

PT PPSU Gandeng Korea, Buka Peluang Kerja bagi Putra-Putri Sulut

SENANDIKA.ID, MANADO – Pembangunan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Yoon Sung Moon dari Seoul, Republik Korea, terkait penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di Manado serta pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Korea.

Komisaris PT PPSU, Asripan Nani, mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang bagi putra-putri Sulawesi Utara (Sulut) yang ingin mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk bekerja di Korea.

Menurutnya, PT PPSU membuka pendaftaran bagi calon tenaga kerja yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dipusatkan di Manado.

“Kesempatan bekerja di Korea bukan sekadar soal penghasilan, tetapi ini adalah peluang emas bagi putra-putri daerah untuk meningkatkan kualitas diri. Ini juga tentang menguasai keterampilan baru dan membawa perubahan positif bagi keluarga maupun daerah asal,” ujar Asripan, Jumat (28/8/2026).

Ia menegaskan, putra-putri Sulut akan menjadi prioritas dalam setiap tahapan proses. Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membuka akses bagi anak daerah yang memiliki potensi, tetapi masih terbatas dalam memperoleh kesempatan kerja ke luar negeri.

“Kami menempatkan putra-putri Sulut sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan proses. Ini sebagai tanggung jawab sosial perusahaan agar membuka peluang bagi anak-anak daerah yang memiliki potensi tetapi terbatas aksesnya,” katanya.

Asripan menilai kemampuan dan etos kerja anak daerah tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Namun, mereka membutuhkan kesempatan, pendampingan serta akses yang legal dan aman untuk mewujudkan cita-cita bekerja di luar negeri.

Sebelum diberangkatkan ke Korea, calon tenaga kerja diwajibkan mengikuti pelatihan terpadu di pusat pelatihan Manado.

Pelatihan tersebut mencakup persiapan bahasa, pemahaman budaya, keterampilan kerja hingga kesiapan mental. Hal itu dinilai penting agar calon tenaga kerja mampu beradaptasi ketika berada di Korea.

“Kami tidak mengirim orang yang belum siap, karena pelatihan berstandar Korea di Manado adalah jaminan agar saat tiba di sana, mereka bisa beradaptasi cepat, bekerja dengan baik, dan menjaga nama baik Indonesia, lebih khusus Sulut,” jelasnya.

Asripan menambahkan, pembukaan akses kerja ke Korea merupakan bagian dari upaya memberikan peluang yang lebih luas bagi generasi muda Sulut.

Karena itu, ia menekankan pentingnya proses yang transparan, pelatihan berkualitas serta jaminan perlindungan bagi calon tenaga kerja.

“Prosesnya harus transparan, pelatihan harus berkualitas, dan perlindungan harus terjamin. Mari kita wujudkan mimpi putra-putri Sulut bekerja di Korea dengan cara yang terhormat, legal dan bermartabat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
?>