Opini

79 Tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia, Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh

Penulis: Rasmianti Halim

SENANDIKA.ID – Februari 05, 2026. Milad HMI ke-79 adalah penanda usia yang panjang bagi sebuah organisasi mahasiswa. Namun, usia dalam dirinya sendiri tak pernah cukup menjamin relevansi. Sama halnya seperti manusia, dalam hitungan usia organisasi, tua tidak menjamin kedewasaan. Kita bisa bertahan tanpa benar-benar hidup. Karena itu “Hijau” yang kita senangi tidak seharusnya dimaknai sekadar keberlangsungan, melainkan kesadaran yang terus diperbarui.

Kesadaran kolektif sebuah kelompok sangat ditentukan oleh bagaimana kita memaknai identitas dan peran sebagai kader bukan hanya sekadar simbol dan kebanggan semu tetapi sejauh mana identitas itu membentuk empati sosial dalam diri kita. Dalam teori identitas sosial, identitas kelompok membentuk cara berpikir, merasa dan bertindak seseorang. Dan HMI membentuk identitas itu pada kita.

Tetap hijau berarti identitas itu tidak membeku. Ia hidup dan terus bergerak.

HMI lahir dari kegelisahan sosial dan intelektual. Tapi dalam dinamika kontemporer, kita sering terjebak pada rutinitas struktural, bergerak karena terbiasa bukan karena sadar. Psikologi kognisi sosial menyebut ini sebagai automaticity atau kondisi ketika seseorang bertindak tanpa refleksi mendalam karena terbiasa dengan pola yang sama. Kita aktif secara organisatoris tapi pasif secara kesadaran. Padahal HMI hadir sebagai ruang pembentukan kesadaran bukan sekadar ruang aktivitas.

Lebih jauh lagi, sebagai kader, kita dibenturkan pada kondisi yang sering muncul dalam tubuh HMI akhir-akhir ini: jarak antara nilai ideal yang diajarkan dan praktik nyata yang dijalani. Di satu sisi HMI menjunjung tinggi keadilan sosial dan keberpihakan pada umat, di sisi lain kita sering dihadapkan pada kompromi pragmatis, konflik internal, dan tarik-menarik kepentingan. Dalam kacamata psikologi, hal ini disebut disonansi kognitif. Perayaan milad bukan hanya seremoni demi menutupi disonansi itu, ini bisa jadi momentum reflektif bagi kita menumbuhkan kesadaran sosial. Sebab, kesadaran berkaitan erat dengan kemampuan memahami orang lain.

Dalam masyarakat yang semakin plural, kita sebagai kader HMI dituntut tidak hanya fasih berbicara tentang umat tapi juga mampu membaca kecemasan dan luka sosial kelompok lain. Karena “tetap hijau” berarti empati tidak layu. Budaya organisasi pun memainkan peran besar, karena perilaku kita sebagai kader dibentuk oleh norma yang ada dalam diri HMI.

Hijau dan tak lupa ada hitamnya: Kesadaran yang berakar dan membumi. Cermin bagi diri sendiri sebagai kader.

Hijau bukan sekadar warna kesukaan, hijau jadi pengingat untuk terus bertumbuh, belajar dan membuka diri pada setiap perspektif juga menjaga kesadaran agar tetap hidup. Hijau adalah iman yang memberi arah. Sementara hitam, meski gelas tapi jelas bukan tanda kegelapan, melainkan kedalaman dan keteguhan juga keberanian untuk hidup di pada realitas yang tidak selalu terang.

Lalu, di tanah Toar Lumimuut itu saya belajar menyalakan api kesadaran tanpa gaduh. Di tanah yang sejuk itu, saya tumbuh pelan. Dirawat dengan refleksi, empati dan banyak banyak kegelisahan -sebagai kader-

Dari Tondano yang dingin, saya ditempa. Dan di Jakarta yang keras, saya memcoba berjuang.
Menjadi kader yang “Tetap Hijau”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D
?>