SENANDIKA.ID – Puluhan tokoh kartun/animasi dari serial anime Jepang meriahkan gelaran Festival Hulonthalo Matsuri 2023 yang diselenggarakan Komunitas Anime Otaku Gorontalo (KAOGA) di Rumah Adat Dulohupa, Kota Gorontalo dari 12-14 Oktober 2023.
“Festival Hulonthalo Matsuri tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Ini bisa kita lihat dari banyaknya pengujung yang datang, dan mereka mengenakan kostum karakter kesukaannya masing-masing,” kata Khoirudin Mardjuki, selaku ketua panitia, Sabtu malam (14/10/2023).
Ia mengatakan bahwa kehadiran para costum player (Cosplayer) tersebut turut menjadi daya tarik bagi para pengunjung di Festival Hulonthalo Matsuri. Sehingga banyak yang mengabadikannya dengan selfie dan berswafoto bersama.

“Selain member KAOGA, ternyata banyak juga pengunjung yang datang sambil bercosplay, dan kita juga kedatangan teman-teman kita dari Manado dan Palu. Sehingga ini menambah kemeriahan Festival Hulonthalo Matsuri tahun ini,” jelasnya.
Selain itu, kata Khoirudin pada Festival Hulonthalo Matsuri tahun ini, pihaknya turut mengadakan Cosplay Competition (Coscom). Di mana para peserta saling beradu kemampuan dalam memerankan karakter anime yang diperankan masing-masing.
“Tentunya kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak maupun sponsor yang telah mendukung kami. Sehingga Festival Hulonthalo Matsuri ini dapat berjalan baik dan sukses,” tandasnya.
Seperti yang diberitakan awak Senandika.id sebelumnya, Hulonthalo Matsuri mengolaborasikan perpaduan kebudayaan Gorontalo-Jepang. festival ini berhasil menjadi salah satu event yang dinanti-nantikan setiap tahun oleh masyarakat Gorontalo, khususnya di kalangan anak muda milenial Gorontalo.
Event ini juga identik dengan karakter maskot andalannya yang diberi nama “Miiru Shiramu“. Di mana “Miiru Shiramu” sendiri merupakan pelafalan _romaji_ dari kata “Milu Siram”, yaitu makan khas masyarakat Gorontalo atau yang dikenal juga dengan nama Binthe (jagung) Biluhuta (disiram).
Kemudian nama “Miiru” diadaptasi dari cara pelafalan huruf abjad di Jepang, di mana huruf “L” dibaca menjadi huruf “R”. Sedangkan “Shiramu” sendiri adalah bentuk pengembangan dari pengucapan kata “Siram”. Kemudian untuk penulisan nama “Miiru Shiramu _(ミルシラム)_” menggunakan huruf katakana karena menuliskan kata yang berasal dari bahasa asing.
Untuk pengambilan referensi, karakter Miiru diambil dari buah/sayur jagung, yang mana untuk warna Miiru yang berwarna biru keunguan adalah bentuk representasi dari Momala, jagung lokal dari Gorontalo. Di mana jagung sendiri menjadi salah satu ciri khas dari daerah Gorontalo.***




