SENANDIKA.ID, BOLTARA – Harapan keluarga untuk menemukan Androl Ramenaung dalam keadaan selamat berakhir duka. Pria 48 tahun itu ditemukan tak bernyawa di tengah kawasan Perkebunan Perindu, Desa Mokoditek I, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Selasa (8/9/2026).
Androl sebelumnya diketahui pergi ke perkebunan untuk memanen nilam. Namun, ia tak kunjung pulang. Keluarga bersama pemerintah desa dan masyarakat kemudian berupaya mencarinya selama beberapa hari.
Pencarian bahkan masih dilakukan hingga Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan akhirnya dihentikan.
Sehari berselang, kabar yang paling ditakutkan keluarga justru datang dari dua warga yang sedang memperbaiki pipa air bersih di kawasan tersebut.
Sekitar pukul 12.20 Wita, Erastus Takahindengan (49) dan Rivandi Dieng (26) mencium bau menyengat saat berada di sekitar kebun milik warga bernama Gustin Tampalang.
Keduanya kemudian mencari sumber bau tersebut. Di tengah perkebunan, mereka menemukan sesosok jasad pria dalam kondisi telah mengalami pembusukan.
Jasad itu kemudian diketahui merupakan Androl Ramenaung, warga Desa Mokoditek I yang sebelumnya dilaporkan tidak kunjung kembali setelah pergi ke perkebunan.
Kabar penemuan tersebut segera disampaikan kepada keluarga dan Pemerintah Desa Mokoditek I, sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Ironisnya, dalam pencarian sebelumnya, warga sempat menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik korban di kawasan perkebunan, sekitar 300 meter dari sebuah daseng. Namun keberadaan Androl belum juga diketahui hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Personel Polsek Bolangitang yang menerima laporan langsung menuju lokasi. Polisi melakukan penanganan awal, mengumpulkan keterangan dari saksi serta berkoordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah desa.
Kapolsek Bolangitang mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian serupa atau mengetahui informasi mengenai warga yang hilang. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan sesuai prosedur,” ujar Kapolsek.
Berdasarkan keterangan keluarga, Androl sebelumnya diketahui mengalami perubahan perilaku dan gangguan konsentrasi setelah beberapa kali mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia juga disebut mengalami tekanan emosional setelah istrinya meninggal dunia akibat sakit beberapa bulan sebelumnya.
Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian. Polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban berada di kawasan perkebunan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penanganan diserahkan kepada pihak berwenang demi menjaga situasi tetap kondusif serta menghormati keluarga yang tengah berduka.




