Dandy Mokoagow: Pengalaman, Pengabdian, dan Bongkudai
SENANDIKA.ID, BOLTIM – Dandy Mokoagow, S.Akun., membawa pengalaman pemerintahan desa dan organisasi sebagai bagian dari perjalanan pengabdiannya di Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Pria kelahiran Kotamobagu, 19 September 1992, tersebut diketahui memiliki pengalaman langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Dandy pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa Bongkudai pada 2019 dan kembali menjalankan tugas sebagai Sekretaris Desa pada periode 2021 hingga 2025.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dandy dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan di tingkat desa, termasuk administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebelum terlibat dalam pemerintahan desa, Dandy juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Komisariat Ekonomi Unisan periode 2013–2014 dan Sekretaris Umum Paguyuban Formasi Boltim periode 2014–2015.
Di lingkungan kampus, Dandy dipercaya sebagai Ketua Bidang III Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Ichsan Gorontalo periode 2014–2015.
Aktivitas organisasinya kemudian berlanjut di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dandy tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Gorontalo periode 2017–2018 serta menjadi bagian dari Departemen Pengurus Besar HMI periode 2018–2020.
Selain pengalaman organisasi dan pemerintahan, Dandy memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi. Ia juga mencantumkan sejumlah kemampuan di bidang teknologi dan komputer, di antaranya Microsoft Office, MySQL, Visual Basic, serta pengoperasian berbagai aplikasi berbasis daring.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Dandy menyampaikan sejumlah gagasan terkait pembangunan Desa Bongkudai. Di antaranya peningkatan pelayanan masyarakat, keterbukaan dalam tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat dan pemuda, pengembangan potensi ekonomi desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menempatkan musyawarah dan gotong royong sebagai bagian dari proses pembangunan desa. Menurut gagasan yang disampaikannya, pembangunan desa perlu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta melibatkan warga dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya.
Pengalaman sebagai perangkat desa selama beberapa tahun membuat pemerintahan dan masyarakat Desa Bongkudai menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian Dandy.
Kini, pengalaman organisasi, latar belakang pendidikan, serta pengalaman di pemerintahan desa menjadi bagian dari rekam perjalanan Dandy Mokoagow dalam melihat berbagai kebutuhan dan potensi yang ada di Desa Bongkudai.
Bagi Dandy, pengalaman tersebut bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi menjadi bekal untuk terus mengambil bagian dalam kehidupan dan pembangunan desa.
“Pengalaman menjadi bekal, pengabdian menjadi tujuan, dan Bongkudai menjadi tempat untuk bersama-sama membangun.”




