Hukrim

LIN Bolmut Usut Polemik Pembangunan Jembatan Goyo

SENANDIKA.ID – Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) turun tangan untuk mengusut polemik pembangunan Jembatan Goyo.

Diketahui, pelaksanaan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Keimanga dan Goyo itu sudah lama didamba-dambakan. Pun warga Goyo berharap pengerjaan jembatan tersebut selesai sebaik mungkin.

Kepala Bidang Investigasi Lembaga LIN Bolmut Sahrul Pahata, membeberkan jika anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat itu tidak ada kejelasannya.

“Berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan, besaran anggarannya tidak pasti. Memang anggarannya itu ditetapkan lima miliar lebih. Namun, tidak semua dikucurkan ke pembangunan Jembatan Goyo,” beber Sahrul.

Papan Royek Pembangunan Jembatan Goyo, Kecanatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolmut.

Dirinya menyatakan, anggaran lima miliar tersebut dibagi dalam dua pekerjaan. Pertama, Jembatan Goyo. Kedua, untuk pembangunan Jembatan yang ada di Desa Lolan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Manajer pelaksana proyek itu saat kami tanya tidak mengetahui secara detail anggaran pekerjaan Jembatan ini. Pelaksana ini hanya menyebut 60 persen dari jumlah anggaran,” ungkapnya, Rabu (7/6/2023).

Sahrul menuturkan setiap pelaksanaan kegiatan harus ada kepastian anggaran. Sebab, sebelum proyek dikerjakan telah dilakukan perhitungan anggaran.

“Maksud kami pihak pelaksana harus menyampaikan secara terbuka perihal anggaran ini kepada publik. Hal ini penting agar diketahui dan masyarakat tidak bertanya-tanya mengenai proyek ini,” jelasnya.

Sahrul meminta pembangunan tersebut dikerjakan secara profesional. Sebab, masyarakat-lah yang akan menikmatinya di kemudian hari.

“Ini baru persoalan anggaran. Sebab, berdasarkan hasil temuan kami, ada beberapa item teknis, misalnya, dari penggunaan pasir yang kami pertanyakan dan menunggu jawaban pelaksana karena akan dilakukan uji laboratorium,” imbuhnya.

Sebab, kata Sahrul, untuk hasil uji laboratorium pasir di Desa Ollot yang akan digunakan sebagai material pembangunan jembatan ini belum pernah keluar.

“Selama ini, semua pekerjaan struktur yang bermutu tinggi di Bolmut dan bersumber dari uang negara, belum pernah ada yang mengambil pasir dari Desa Ollot sini. Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian pihak pelaksana,” kata Sahrul.

Sementara itu, manajer pelaksana proyek, Yadi, menjelaskan belum adanya kepastian anggaran ini karena adanya perubahan teknis di lapangan.

“Jadi, dari total anggaran, untuk pembangunan Jembatan Goyo itu enam puluh persen. Sisanya empat puluh persen itu untuk pembangunan Jembatan di Lolan,” jelasnya.

Yadi menyampaikan anggaran pembangunan Jembatan Goyo dan Lolan tertuang dalam satu anggaran. Namun, di pisahkan dalam dua pekerjaan.

Yadi menyebut, untuk penggunaan pasir yang diambil dari Desa Olot sini akan dilakukan pengujian ulang di laboratoriun.

Walaupun, kata Yadi, sebelumnya, berdasarkan pengetahuannya telah ada uji laboratorium dari pihak balai.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
?>