TMMD Ke-129 Targetkan Infrastruktur Taluditi
SENANDIKA.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Rabu (15/7/2026).
Program hasil kolaborasi TNI dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato ini menargetkan pembangunan infrastruktur dasar sekaligus pemberdayaan masyarakat di sejumlah desa.
Pembukaan TMMD dipimpin Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga di Desa Mekarti Jaya dan dihadiri unsur Forkopimda, Kasrem 133/Nani Wartabone Kolonel Inf Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M., Kasiops Kasrem 133/Nani Wartabone Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.I., Dandim 1313/Pohuwato Letkol Arm Fiat Suwandana, S.Sos., Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., Kajari Pohuwato Arif Ronaldi, S.H., M.H., Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam, S.H., Kasdim 1313/Pohuwato Mayor Cpl. Muh. Ismaal H.M., Wadan Yonif 915/Bitu’o Kapten Inf Galih Widi Haryo Nugroho, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta warga Kecamatan Taluditi.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul mengatakan TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Pada TMMD Ke-129, sejumlah sasaran fisik akan dikerjakan, antara lain pembukaan dan perkerasan jalan sepanjang 3 kilometer, pembangunan lima unit plat deuker, Program Manunggal Air di tiga titik, dua titik di Desa Puncak Jaya dan satu titik di Desa Mekarti Jaya, serta pembangunan tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), masing-masing dua unit di Desa Mekarti Jaya dan satu unit di Desa Puncak Jaya. Selain itu, akan dibangun satu unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Desa Mekarti Jaya.
Program ini juga mencakup berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan bela negara, sosialisasi penerimaan prajurit TNI, penyuluhan kesehatan dan pencegahan stunting, penyuluhan Korps Kader Republik Indonesia (KKRI), penyuluhan pertanian, pelestarian lingkungan, serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.
Komandan Satgas TMMD Ke-129, Letkol Arm Fiat Suwandana, mengatakan keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Menurutnya, pembukaan dan perkerasan jalan serta pembangunan plat deuker diharapkan memperlancar akses transportasi masyarakat. Sementara Program Manunggal Air, pembangunan MCK, dan RTLH ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui penyediaan air bersih, sanitasi, dan hunian yang lebih layak.
Di sisi lain, kegiatan penyuluhan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, memperkuat wawasan kebangsaan, mendukung ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mencegah penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.
TMMD merupakan program terpadu yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah. Melalui kolaborasi tersebut, hasil pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.




