Pendaftar Meningkat, TK ABA VII Prioritaskan MPLS Ramah bagi Murid Baru
SENANDIKA.ID – Minat masyarakat menyekolahkan anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII Gorontalo meningkat pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Dari 58 anak yang mendaftar, sebanyak 57 dinyatakan diterima, sementara satu anak belum dapat diterima karena belum memenuhi persyaratan usia.
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII, Yatima Sukandar Laidi, mengatakan jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah menerima seluruh 48 pendaftar.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah pendaftar meningkat menjadi 58 anak. Namun, yang kami terima sebanyak 57 anak. Satu anak kami titipkan terlebih dahulu karena usianya masih 3 tahun 7 bulan sehingga belum memenuhi ketentuan usia,” ujar Yatima kepada Senandika.id.
Meski jumlah pendaftar meningkat, pihak sekolah tetap menyesuaikan penerimaan peserta didik dengan kapasitas rombongan belajar dan jumlah tenaga pendidik yang tersedia agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
Menurut Yatima, meningkatnya minat masyarakat tidak terlepas dari sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka. Selain kualitas pembelajaran dan kurikulum, biaya pendidikan yang terjangkau, lokasi sekolah yang mudah dijangkau, serta fasilitas yang memadai menjadi daya tarik tersendiri.
“Yang paling utama, orang tua saat ini juga mencari sekolah yang mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini,” katanya.
Menghadapi tahun ajaran baru, sekolah mengaku telah merampungkan berbagai persiapan, baik dari sisi tenaga pendidik, sarana, maupun program pembelajaran. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, yang mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan kegembiraan anak selama beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Kesiapan kami alhamdulillah sudah hampir rampung. Kami siap menyambut peserta didik baru melalui MPLS Ramah dengan menempatkan kenyamanan, keamanan, dan kegembiraan anak sebagai prioritas utama,” jelasnya.
Untuk mendukung proses adaptasi tersebut, sekolah juga telah menyiapkan modul ajar khusus MPLS Ramah. Melalui modul itu, anak-anak akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, warga sekolah, serta rutinitas belajar melalui aktivitas yang menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Meski demikian, Yatima mengakui sekolah masih menghadapi tantangan dalam proses penerimaan peserta didik baru. Salah satunya adalah ketimpangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung sekolah yang terkadang memunculkan protes maupun tuntutan dari sebagian orang tua.
Alih-alih memandang sekolah lain sebagai pesaing, TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII memilih terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kami lebih banyak berbenah diri dengan memperkuat mutu pembelajaran, meningkatkan kualitas guru yang profesional, serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan orang tua siswa,” ujarnya.
Yatima menilai sistem penerimaan peserta didik saat ini sudah mengarah pada prinsip pemerataan dan keadilan. Namun, menurutnya, masih diperlukan evaluasi terhadap beberapa aspek, khususnya terkait persyaratan administrasi dan asesmen bagi anak usia 4 hingga 5 tahun yang akan memasuki jenjang taman kanak-kanak.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Gorontalo terhadap dunia pendidikan melalui program MAKEUP SCHOOL, yang dinilai mampu memperbaiki sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menyenangkan.
Menutup wawancara, Yatima berharap pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan hidup, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta karakter anak.
“Di TK kami berprinsip bahwa bermain adalah belajar. Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan budaya,” pungkasnya.




